Minggu, 30 Oktober 2016
Selasa, 23 Februari 2016
PROPOSAL RENOVASI MUSHOLLA “ROUDLOTUL SHOLIHIN”
PROPOSAL
RENOVASI MUSHOLLA
ROUDLOTUL SHOLIHIN
DUSUN KRAJAN DESA PENANGGAL
KECAMATAN CANDIPURO
KABUPATEN LUMAJANG
2016
Penanggal, 18 Februari 2016
No : 01/PRM.RS/II/2016 Kepada
Sifat : - Yth.
Bapak/Ibu/ saudara
Lamp : 1 (satu) Bundel
Perihal : Permohonan Bantuan Dana Pembangunan di
Musholla Roudlotul Sholihin TEMPAT
Assalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Sesungguhnya
segala puji hanyalah milik Allah SWT. Kita memohon pertolongan-Nya dan ampunan
serta perlindungan-Nya dari segala keburukan dan kelemahan. Barangsiapa yang
diberi hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi, dan
barangsiapa yang tidak mendapat hidayah, tidak ada sesuatu pula yang mampu
menolongnya. Subhanallahi walhamdulillahi walaa ilaha illallah wallahu akbar.
Sholawat
dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menyampaikan
risalah-Nya, memberi nasehat dan membawa umat menuju kesempurnaan hidup lahir
batin, dunia akhirat. Kita berharap termasuk umatnya yang mendapat syafa'at
Beliau, nanti di Yaumil Akhir. Amin
Sehubungan
dengan rencana renovasi Pembangunan Musholla Roudlotul Sholihin yang bertempat
di Dusun Krajan RT 07 RW 01 Desa Penanggal Kec. Candipuro Kab. Lumajang, Kami
selaku Panitia Renovasi Musholla bersama
surat ini bermaksud mengajukan permohonan bantuan kepada Bapak/Ibu/Saudara,
Adapun rincian Pembagunan (terlampir).
Demikian
surat permohonan bantuan ini kami buat, semoga apa yang telah diberikan Bapak /
Ibu / Saudara dengan hati yang ikhlas mendapat balasan dari Alloh SWT. Amien
Wassalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
PANITIA RENOVASI MUSHOLLA
ROUDLOTUL SHOLIHIN
|
Ketua Panitia,
H.
ACHMAD YULIARDI
|
|
Sekretaris
AGUS
|
|
Kepala Desa Penanggal
ABDUL
HAMID, A.Ma, A.Md
|
Mengetahui,
|
Pengasuh Musholla
Ust.
MAT ALI RIDHO
|
Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada
tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang
Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.( QS Al-Baqoroh ; 261)
I.
PENDAHULUAN
Berangkat dari kondisi
Musholla Roudlotul Sholihin saat ini yang memang sudah membutuhkan banyak
perbaikkan dan tidak memadainya kondisi fisik bangunan untuk mendukung kegiatan
ibadah dan pembinaan ke-Islaman masyarakat sekitar. Untuk itu panitia dengan di
dukung segenap masyarakat setempat khususnya ummat Islam sepakat untuk
merenovasi bangunan Musholla Roudlotul
Sholihin.
Seperti kita pahami bahwa
sejak zaman Rasulullah Muhamad SAW, masjid/musholla bukan hanya tempat ibadah
tetapi merupakan pusat kegiatan berdimensi luas. Ketika Rasulullah Saw dan para
sahabatnya Hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau singgah di suatu tempat yang
dikenal dengan Quba. Disinilah Rasulullah membangun sebuah mesjid yang diberi
nama Mesjid Quba. Begitu juga ketika sampai di Madinah Rasulullah membangun
Mesjid Nabawi. Ini semua menunjukan bahwa mesjid memiki kedudukan yang sangat
penting bagi kaum muslimin.
Di zaman Rasulullah Saw,
mesjid/musholla menjadi sarana untuk
memper-kokoh iman para sahabatnya. Disamping itu, mesjid/musholla juga
digunakan sebagai sarana peribadatan dan tempat mengkaji ajaran Islam. Allah
berfirman : Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah adalah orang-orang
yang beriman kepada Allah, dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan Shalat,
menunaikan Zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah maka
merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang
mendapat petunjuk (QS:At-Taubah:8)
Mesjid/musholla
mengajarkan kaum Muslimin banyak hal. Dalam shalat berjamaah misalnya, banyak
sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Roh Jama`i dan kebersamaan, ketaatan
kepada pemimpin, tujuan hidup yang satu, kesamaan langkah dan gerak, dan masih
banyak pelajaran lainya bisa kita ambil dari tempat yang suci ini.
Kebersihan juga pelajaran
penting yang bisa diambil dari roh dan semangat Mesjid. Berangkat ke
mesjid/musholla dalam keadaan berwudhuk dan melepas alas kaki ketika memasuki
mesjid/musholla. Hal ini mengajarkan kepada setiap pribadi muslim untuk menjaga
kebersihan, Setiap mereka harus memulai pekerjaan sehari-harinya dengan niat
yang bersih.
Rasulullah saw menjadikan
mesjid sebagai sentral ilmu pengetahuan. Dari mesjidlah Rasulullah membina
masyarakat baru Madinah. Ahlu Suffah adalah mereka yang banyak mengambil
manfaat dari ajaran Rasulullah. Disamping mereka tinggal dibagian belakang
masjid mereka juga sangat tekun menghafal hadist-hadist Rasullah Saw. Abu
Hurairah adalah salah seorang dari ratusan Ahli Shuffah yang banyak meriwayat
hadis dibandingkan sahabat lainya. Tradisi menjadikan mesjid sebagai pusat ilmu
pengetahuan ini diteruskan oleh para Ulama Muslimin dalam mengembangkan Risalah
Islam setelah wafatnya Rasulullah Saw.
Di era modern sekarang ini
kita harus mampu memerankan dan memakmur-kan Mesjid/musholla. Memakmurkan
Mesjid/musholla mempunyai dua pengertian. Hissi dan maknawi. Hissi berarti
membangun Mesjid/musholla secara fisik, membersihkanya, melengkapi sarana
wudhuk dan yang lainya. Sedangkan memakmurkan Mesjid/musholla secara Maknawi
adalah meramaikan Mesjid/ musholla dengan shalat berjama`ah, membaca al-quran,
i`tikaf, dan ibadah lainya. Dan yang tidak kalah penting adalah menjadikan
musholla sebagai pusat kegiatan dan pengembangan masyarakat.
Dan disamping itu kita
harus bisa memposisikan mesjid/musholla sebagai wadah pemersatu kaum muslimin.
Menghidupkan kembali peranan mesjid dengan segala macam aktivitas yang telah
kita paparkan diatas yang telah terbukti membawa kaum muslim pada puncak
peradaban besar.
Wallahu
a`lamu bissawab.
II.
DASAR HUKUM
1.
Firman
Alloh Swt :
“Hanyalah
orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Alllah adalah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari Akhirat, serta tetap mendirikan Shalat,
mengeluarkan Zakat dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Mereka
itulah orang-orang yang diharapkan untuk menjadi orang-orang yang mendapat
petunjuk.” (At Taubat
:18).
2.
Sabda
Rosululloh Saw :
Barang
siapa yang telah membangunkan sebuah masjid, yang sengaja mencari keridhaan
Allah, nanti Allah buatkan pula untuknya sebuah rumah di dalam syurga (Hr Bukhari dan Muslim).
3.
Musyawarah
Warga RT.07/01 Desa Penanggal Kec. Candipuro
III.
MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan Pembangunan Musholla
antara lain :
1.
Menyediakan
sarana ibadah bagi umat islam pada
umumnya dan warga RT.007/01 pada
khususnya.
2.
Memberikan
sarana dalam peningkatan Aqidah ,Aklaqul Karimah serta membina Ukhuwah
Islamiyah
3.
Pusat
permusyawaratan umum warga
4.
Membentengi
kepribadian dan fitrah manusia sebagai mahluk yang diciptakan oleh Alloh SWT
sebagai kholifah dimuka bumi ini dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT
IV.
LOKASI
Lokasi Musholla Roudlotul Sholihin
berada di Dusun Krajan RT 07 RW
01 Desa Penanggal Kec. Candipuro Kab. Lumajang.
V.
SUMBER DANA
Swadaya Masyarakat Sekitar dan Desa
Penanggal pada umumnya.
VI.
SUSUNAN PANITIA
Pelindung : Kepala Desa
Penanggal
Pengasuh : Ust. Mat
Ali Ridho
Ketua : H. Achmad Yuliardi
Wakil Ketua : Muhid
Sekretaris : Agus
Wakil :
Edi
Bendahara : Adi
Wakil :
Bpk. Asmad
Anggata /Sie : 1. H. Siswanto
2.
H. Izaz Supandi
3. Bpk. Misdun
4. Bpk. Sugeng
5. Bpk. Bari
VII.
RENCANA ANGGARAN BIAYA
Anggaran Biaya diperkirakan sebesar Rp. 30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah)
VIII. PENUTUP
Demikian proposal
pembangunan musholla Roudlotul Sholihin ini kami disampaikan dengan harapan
semoga terwujudnya Pembangunan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan iman
dan taqwa kepada Alloh SWT bagi umat Islam, khususnya masyarakat sekitar RT 07/01
Desa Penanggal.
Peran dan partisipasi dari
semua pihak sangat di harapkan agar rencana dan pelaksanaan pembangunan dapat
berjalan lancar. Semoga proposal ini dapat dijadikan acuan dalam mewujudkan
usaha pembangunan Musholla Roudlotul Sholihin, sehingga seluruh warga dapat
memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang rencana pembangunan ini. Atas
dukungan dan bantuan Bapak/Ibu/Saudara kami ucapkan Jazakumulloh khoirun
katsiron. Semoga Alloh SWT membalas segala amal serta melipat gandakan pahalanya AMIN
PANITIA RENOVASI
MUSHOLLA ROUDLOTUL SHOLIHIN
|
Ketua Panitia,
H.
ACHMAD YULIARDI
|
|
Sekretaris
AGUS
|
LOGO SMP NEGERI 01, 02, 05 SMA CANDIPURO - PEMKAB LUMAJANG
LOGO SMA NEGERI CANDIPURO
LOGO SMP NEGERI 02 CANDIPURO
LOGO SMP NEGERI 05 CANDIPURO
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG
LOGO SMP NEGERI 1 CANDIPURO
Selasa, 11 November 2014
ACARA ADAT TINGKEPAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tingkeban
salah siji keragaman budaya bangsa Indonesia, sampun mboten asing malih kale
masyarakat Lumajang lan sekitare, miturut ilmu sosial lan budaya, tingkepan lan
ritual-ritual lain sing sejenis yaiku bentuk intisari, sebagai sarana sing
digunakno kanggo nglewati kekhawatiran/ kecemasan calon wong tuo (orang tua)
supaya terkabule harapan wong tuo waktu ngandung, ngelahirno lan harapan anak
sing lahirno mengko. Tingkepan niki sampun wonten nenek moyang sing dereng
ngenal agama makane diciptakno ritual sing sarat makna kasebut sampek sak niki
tasek diyakini masyarakat Lumajang, meskipun rumit ritual tingkepan niki
sehinggo merlokno tenago, pikiran, lan materi serto persiapan lan pelaksanaane
kabeh tahap-tahap mesti kudu dilaksanakno, mulai mileh dino, lan tanggal
ngelaksanakno kudu menuhi syarat lan ketentuan sing ono, lek dilanggar maka
masyarakat sekitar merepon negatif kale hal kesebut.
B. Rumusan Masalah
a) Tujuan dilaksanakno
upacara adat tingkepan
b) Apa wae perlengkapan
lan pelaksanaane
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarahe Tingkepan
Upacara tingkeban iku salah siji saka macem-macem
upacaro tradisi masyarakat Jawa, utamané wong-wong ing Yogyakarta. Upacara iki
dianakaké kanggo mèngeti sasi kapitu kehamilan - mung - digawe kanggo wanita
sing dadi meteng pisanan.
Ing tradisi masyarakat Yogyakarta - loro saka
kelas wong umum lan para bangsawan (bangsawan) sing manggon ing istana -
upacara penting ritual upacara antara lain. Yen upacara ilangi pirang pirang
isi, masyarakat Jawa - utamané wong ing Yogyakarta - percaya sing bakal
nimbulaké gangguan kanggo safety saka ibu lan bayi. Kejabi, akeh wong sing
nganggep yèn gadhah anak tanpa - sadurunge - upacara diarani tingkeban
ngebokake anak: anak madhakaké karo kerbau. Wis diterangake digunakake dening
Clifford Geertz ing buku The Religion of Java (20, 45). Mulane, ing umum
dibutuhake terus upacara tingkeban malah karo acara prasaja.
Sajarah utawa asal saka upacara ing masarakat
Jawa Barat tingkeban - utamané ing Yogyakarta - bakal diterangake minangka
nderek:
Ing jaman kerajaan Kediri mrentah dening Raja
Jayabaya, ana wong wadon kang aran Niken Satingkeb. Ia nikah karo punggawa
kraton dijenengi Sadiyo. Saka iki nikah lair sangang anak-anak. Nanging,
kemalangan menimpa mau, amarga saka anak sangang oleh dhowo umure.
Sadiyo lan Niken Satingkeb ora nekat ing nyoba
lan tansah ndedongaa, supaya duwe anak liyane, kang bakal ora bisa naas minangka
sing sadurungé anak-anak. Kabeh saran lan bimbingan wong-wong sing wis tansah
ngeweruhi, nanging ana uga ora ana pratandha istri hamil. Dadi, ing bojomu lan
bojoné pergi ke raja kanggo sambat lan dheweke kasusahan lan ngupaya bimbingan
yen padha duwe sarana kanggo nglakoni dianugerahi anak liyane sing ora nandhang
nasib kang anak-anak sadurungé.
Raja wicaksana iki kena kanggo krungu keluhan
Nyai Niken Satingkeb lan bojone. Dadi, kang maringi instruksi sing Nyai
Satingkeb - ing basis saben Tumbak (Rebo) lan Buddha (Sabtu) - wis kanggo
padusan karo banyu suci dengan gayung ing wangun tengkorak disebut bathok
diiringi doa kayata ing ngisor iki:
"Hong Hyang Hanging Amarta, Martini sarwa
Huma, ia humaningsun wasesaningsun, Ingsun pudyo Sampurno Dadyo manungso."
Setelah mandi, dheweke ngagem sandhangan sing
resik rampung. Banjur dropped loro kelapa gading liwat jarak antarane weteng
lan jeroan. Diukir gading kelapa Sang Hyang Wisnu lan Dewi Sri utawa Arjuna lan
Sumbadara. Titik iku yen siji dina kang putra lair, dheweke wis pasuryan sing
ayu ayu utawa minangka iku ing gambar. Salajengipun, wanita hamil iku kudu
kebungkus ing godhong tebu wulung weteng lan banjur Cut karo keris.
Kabeh saran lan usulan saka raja sing latihan
kasebut kanthi teliti, lan iku dadi metu kabeh padha takon kanggo diwenehake.
Banjur wiwit, upacara turun-temurun, lan dadi prentah kanggo masarakat Jawa
tradisi.
B. Perlengkapan
Tingkepan
1. Bokor di isi banyu
sumber pitu, lan kembang setaman kanggo semprotan.
2. Cangkang (tempurung)
minangka cipratan gayung (gayung)
3. Krim lulur sabun
sulih.
4. Kendi digunakake
kanggo siram ing mburi.
5. Loro cilik andhuk
kanggo ngilangke garing lan mati sawise dicuci
6. Loro lan setengah
meter kain digunakake sawise lengkap siram.
7. Sak iji endhog pitik
dibungkus plastik.
8. Loro cengkir gading
cengkir Kamajaya lan Kamaratih utawa Arjuna lan Dewi Wara Sembodro.
9. Sandhangan Nyamping bhinéka,
rong meter saka tenunan utawa janur kuning
10. Sandhangané daleman lan
nampan kanggo kebaya lan pitung larangan, lan stagen
disusun rapih.
11. Kelengkapan
Kejawen Kakung karo siji Pasangan saka kain truntum. Calon bapak dan ibu
disandangi rampung kejawen, ibu karo ngeculke rambute lan ora perhiasan.
C. Urutan Acara Punika
Minangka Nderek Tingkepan
1. Adus, utawa ing
Indonesia dibahas mandi,
Sepasang
suami istri ados pitu wong kalebu bapak ibu, kakek-nenek dan laki-laki dukun,
dukun wanita lan sadulur, iki perlu ngandhut tampilan oraono pangeran lian kang
nangging Ingsun ora duwe murbo kangwicono, kang tegese sukses ing urip
kulawarga, banyu digunakake kembang setaman perlu ngandhut wujud nyedhiyani
padhange aura, seger wewangian lan ayu lan banyu uga ngandhut dhuwit recehan
sawise prosesi wis rampung bakal diganggu gugat déning siram bocah cilik, iki tegese
menehi akeh.
2. Pecah kendil
(gayung)
Sawise
siram, gayung digawe saka klapa bakal ditanggulangi, iki tegese ing gesang
(gayung ing URL istri) supaya ditanggulangi minangka simbol dheweke mitra
sejati sing ora bisa digunakake utawa diganti liyane.
3. Ramalan (bledosan
Krambil)
Sawise
pemecahan suami sendok terus gading kelapa break. Iki tegese minangka nyawang
calon apa lanang utawa permpuan, kang bisa dipunlambangaken kumaha Bojone wis
kelapa gadiang ngatasi iku, yen mathuk ing tengah banjur padha pracaya marang
masa depan wong, yen miring mereng padha pracaya marang masa depan wadon.
4. Wadang Kokoan
Madang
kepompong iku perosesi nikah saperangan mangan piring sing wis diwenehake
dening ibu istri, mengko ing meal ing ngarep lawang, banjur ibu tamparan ing
piring, iki tegese gesang suami lan istri gadhah kanggo nuduhake namum kudu
sopan, adil. Mangan ing ngarep lawang banjur ibu slapped pirinya di migunani
pengajaran budi kanggo loro (suami isti) dening ibu minangka tokoh tua sing
mangan ing ngarep lawang ora sopan utawa bias rejeki nyandhet entri.
5. Selametan (berdoa)
Dina
iki Selametan ana kudu sawetara wajib mesthi kurban sing
a. Sego Brok Tingal
migunani Panggonan.
b. Buceng Kuwat
migunani supaya ing nifas utawa rauh bakal Kuwat urip ing pasuryan saka alangan
ing gesang.
c. Jenang jenis 4 abang
lan putih simbol pitih saudara loro tuwane ireng ireng kuning kuning minangka
simbol saka kaki-nini.
d. Buceng migunani
Sengkolo 9 vices digawa dening bayi-bayi, kang yakuwi kanggo ora disturb proses
kelahiran lan mengko urip. 9 Sengkolo iku
1) Kolo lopak kang
dipunlambangaken migunani monyet monyet bungkus
2) Calang bamalo
migunani migunani kawah
3) Minangka WOCO kang
dipunlambangaken migunani Cileng plasenta babi
4) Kolo Pematangawi
sing di banteng migunani dipunlambangaken getih
5) Kolo Morti kang
dipunlambangaken migunani kebo penjepit
6) Kolo Randing kang
dipunlambangaken rusa wujud Illu
7) Kolo wulakas kang
dipunlambangaken rusa kunyit landes migunani tembung plasenta
8) Tikus Ngartekno
ceploke jinodlo ari-ari
9) Co migunani wangkah usus plasenta
e.
Jenag
murub migunani urutan Gangsar lancer
f.
Migunani
Buceng 7 7 wulan
g. Mas panggangan pajeg
migunani kanggo ibu
h. 4 ketan abang pitih
simbol abang lan putih kanggo kebua tuwane ireng ireng kuning kuning minangka
simbol saka kaki-nini.
i.
Asam
manis salad migunani gesang
j.
Sewu
bubur, migunani dawet kesegaran
k. Sego punar migunani
rak kanca utawa
l.
Banyu
putih migunani kesucian
m. Jenang lahir kang
tegese Gamelan lair
Dina iki selametan perosesi iki kurban kudu
digawa dening salah siji saka kurban punika wujud relatif utawa sederek gotong
sepindah, seduluré sing wis nggawa kurban ngirim ora bisa digawa bali menyang
bantuan maneh, iki tegese supaya bareng-bareng nyuda ing kepinginan kanggo dadi
padha kabeh kagungan kasempatan, sawise maca dukun lanang doa (mantra Jawa),
logam molten kudu lahir rauh di buwang metu cepet, iku migunani yen proses
kelahiran mengko cepet metu utawa gampang lahir. Sawise seri ing acara lan makna
sambungan tingkepan rampung digarap liyane saka tamu ngirim ora bisa matur
pamit kanggo kulawarga yakuwi utawa meaningfully ketulusan ing sharing.
D. Pesen Moral
A.
Buluh Pontang (noto pikir panting tunggang lan)
Buluh pontang
iku panganan sing bakal dadi, kang digawe saka godhong saka wit pisang lan
rwaning lan bentuké kaya kapal sing nduweni niat sing kapal berlayar urip kudu
ngatur awake dhewe kanggo ngatur kang pikirane minangka laju tunggang langgang
lelampahan pethi tansah ngetutake gelombang urip.
Ing basa Jawa wis daun pisang 3 nama tingkatan,
yaiku:
1. Godhong enom disebut
mlayu
Ing kapal berlayar urip kudu tansah
ngirim menyang Pencipta (kepercayaan), amarga ana manungsa ing donya sing
dianakaké lan sing nyetel kang urip, iku kabeh iki dipasrahké kanggo Penguasa
moho kuwoso kabeh. Trust kudu katahan ing gerakan lan dekorasi langkah kabeh
dina nampa ngimpi kang urip, urip apik ing donya iki lan urip ing akhirat
mengko.
2. Ing godhong sing
peteng ijo disebut ujungan
Ing tip saka kiriman basa Jawa wis
waé, ing pangertèn pengajuan abdi marang bendarane. utawa pengiriman anak kang
rama, ing kasus iki ing titik iku wong kudu menehi piyambak (budak) babar blas
kanggo Pencipta, amarga wong wis digawé kanggo ngawula pencipta. Minangka
Abraham sumpah dilestarekake ing Quran dan doa iftitah digunakake ing pandonga,
'temene pandonga kawula, kewajiban, gesang kawula lan saya pati murni ngabekti
marang Sang Yehuwah saka ing alam semesta.
3. Godhong padha pepe
disebut Klaras
Klaras dadi nglaras migunani urip
kudu anteng, ora perlu cepet-cepet supaya saben langkah tansah bebener, amarga
yen haste bakal cukup salah lan gampang dadi semrawut. Ing mbeta metu pakaryan
minangka kholifatullah manungsa ing bumi iki dadi sabar, sabar ing ibadah, dadi
sabar narima bencana lan sabar ing kabeh kahanan, punapa mawon lan Nanging kang
wis kanggo padu.
Dadi bisa
kanggo mbukak hal-hal tiga are needed bantuan Kabèh, kang ngono
dipunlambangaken dening rwaning. Ing basa Jawa rwaning stands sejatining nur.
Minangka Allah ngandika ing Al Qur'an Surat An-Nur ayat 35. Dina iki ayat
nerangake yen Gusti Allah Nur_Nya bumi lan langit, lan punapa mawon iku dina
iku. Nur iku simbol saka pencerahan, wong bakal angel kanggo apa yen kegiatan ing
pepeteng, iku dibutuhake ing cahya kanggo menghindari ngengingi fro. Wong sing
tansah arep katahan ing peran gaib ing cahya sepi ing urip lan bakal tansah
dadi ridlo dalal.
B.
Sudi
Sudi dumadi
saka rong suku, yaiku Su lan Dina, kang nduweni makna apik lan ayu, bentuk
cumadhang meh podho susu saka wong wadon, sing wis rizqi berarti anak untuk
pertama kalinya dipikolehi saka susu. Tujuan cumadhang orang kanggo menehi
pangopènan bojoné lan anak-anak (kulawarga) kudu karo halal lan apik luck
(halalan thoyyiban).
C.
Jadah
Sundal punika
pangan digawe saka beras ketan, kang analog Arab Jadda, kang asalé saka mutiara
"wong jadda wajada" kang tegese wong kang serius mesthi bakal kasil.
Jawa pepatah "wong kang kang rajin arep merkoleh teteken tundone bakal tinemu".
Teken wis
umum digunakake tabuh JV tuwane sing elek ing lumampah, utawa wong wuta
digunakake kanggo ngewangi wong ing kaki. Karo wong-wong tanda ora gampang
putus asa ing kapal berlayar urip, amarga ana ndhukung piyambak nalika ngalami
lemes, utawa yen ing pepeteng, nalika ora mawa cahya peralatan bisa digunakake
kanggo nglacak ing peteng supaya alangan ing ngarepe wong.
Ing
presentation digawe warna-warni jadah, kalebu putih, kuning, ijo, abang, lan
sapiturute, kang duwe maksud:
1. Putih simbol saka
kemurnian, ing gesang tumindake kudu tansah negara saka kemurnian, utama lan
njaba. Apa wis sought kanggo dadi suci.
2. Kuning, iku lambang
kebangkitan, sing ing kahanan apa wae lan ing kasus ngirim ora kentekan niat,
yen gagal kudu munggah lan nyoba maneh, sinau saka kegagalan saka kedados, yen
siji langkah langsung dikoreksi kang kesalahan dan seterusnya.
3. Ijo iku lambang
kamakmuran, berarti sing kabeh karya rampung ing supaya nggawe kemakmuran.
Kamakmuran ing pangertèn sing godhongé amba, yaitu supaya éling rahmatan lil
'alamin.
4. Abang, iku simbol
saka wani, siji kudu wani kanggo nindakake tindakan supaya éling masa depan
gol, anggere apa iku ora nglanggar norma, utamané norma agama.
Saliyane
makna luhur, warna uga wis tujuan macem-macem formulir bisnis utawa profesi,
wong ngirim ora terpaku siji jenis bisnis utawa profesi, supaya iku ora gampang
dadi wareg lan ora gampang putus asa, minangka ing gesang ing dunya iki sing
akèh pilihan bisnis sing bisa dipilih, kanggo memenuhi maksud kang gesang.
BAB III
KESIMPULAN
Upacara tingkeban iku salah siji saka
macem-macem upacara tradisi masyarakat
Jawa, utamané wong-wong ing Yogyakarta. Upacara iki dianakaké kanggo mèngeti
sasi kapitu kehamilan - mung - digawe kanggo wanita sing dadi meteng pisanan.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)
-
LOGO SMA NEGERI CANDIPURO LOGO SMP NEGERI 02 CANDIPURO LOGO SMP NEGERI 05 CANDIPURO PEMERINTAH KABUPATEN...










